Blind Spot Pada Truk dan Cara Menghadapinya

Truk merupakan kendaraan yang sangat berperan penting dalam perekonomian sebuah negara. Sebab truk digunakan sebagai alat transportasi utama berbagai industri, seperti logistik, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya. Bisa dikatakan, hampir seluruh industri membutuhkan alat transportasi ini, maka tidak heran jika leasing truk DSF selalu diminati oleh para pelaku usaha.


Memang semakin banyak truk yang beredar di jalan bisa menjadi salah satu pertanda bahwa ekonomi negara dalam kondisi aktif. Namun, hal ini juga berbanding lurus dengan risiko kecelakaan yang melibatkan truk. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya area blind spot yang dimiliki truk.


Apa itu blind spot truck?


Disitat dari Driverdsafeonline, blind spot truck adalah area di sekitar truk yang membatasi atau ‘menghilangkan’ penglihatan supir. Mereka bahkan tak bisa mengamatinya walaupun sudah mengeceknya lewat kaca spion.


·             Founder & Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan bagian belakang adalah blind spot terbesar truk. Hal ini disebabkan pandangan supir akan terhalang muatan, sehingga sulit mengecek kendaraan lain yang berada di area tersebut.


·             Selain itu, sisi kanan truk menjadi blind spot truck membahayakan lainnya mengingat kemudi kendaraan berada di bagian tersebut. Sejumlah supir pun kadang kurang memperhatikan mobil atau sepeda motor yang datang karena mereka terlalu fokus menyetir. 


·                     Sementara bagian depan, walau tingkat keparahannya lebih rendah, tetap riskan akibat ketinggian truk yang menutupi objek yang berada di bagian depan. Terutama jika objek tidak terlalu tinggi seperti motor atau mobil berukuran kecil. Mereka baru bisa melihat objek yang jaraknya minimal dua meter dari truk.


Cara mencegah kecelakaan di area blind spot


Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, menjelaskan pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat mereka berada di area blind spot truck. Untuk mengeceknya, pemilik kendaraan dapat melihat apakah supir truk masih terlihat dari kaca spion. Jika tetap terlihat, berarti kemungkinan pengguna jalan berada di area yang aman. 


Sementara untuk Anda yang mengemudikan truk, harus sangat mewaspadai area-area tersebut. Memang, saat ini sudah ada beberapa truk yang dilengkapi fitur keselamatan terkait blind spot, seperti spion tambahan, blind spot warning, dan sebagainya. Meskipun begitu, bukan berarti Anda jadi lengah dan tidak waspada, ya!


Agus pun menambahkan saat pengendara mendapati truk di lampu merah, jaga jarak yang cukup jauh, minimal 2-3 meter untuk keluar dari area blind spot. Pastikan juga supir truk tetap menyadari ada kendaraan-kendaraan dengan ukuran lebih kecil di sekitar mereka.


Mudah-mudahan setelah menyimak informasi ini, Anda akan lebih hati-hati selama berkendara dan tetap lancar membayar cicilan truk, sehingga kendaraan bisa digunakan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Tidak ada komentar